Sri Mulyani Kembali Menjadi Menteri Keuangan

Pagi hari ini, Presiden Republik Indonesia, Ir, Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan reshuffle kabinet jilid dua di halaman depan Istana Merdeka. Reshuffle kali ini ada sembilan menteri yang diganti, atau dipindahtugaskan.

Joko Widodo

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa reshuffle ini dilakukan bertujuan agar sejumlah masalah ekonomi dapat segera teratasi dan terselesaikan. Ini akan menjawab tantangan yang tidak ringan, dan kita harus dapat mengatasi permasalahan kemiskinan. Tak hanya itu, juga harus bisa mengurangi kesenjangan ekonomi antara kaya dengan yang miskin, dan pula kesenjangan antar wilayah.

Jokowi menambahkan bahwa dirinya membutuhkan hal tersebut untuk memperkuat perekonomian nasional. Ini bertujuan untuk dapat menjawab tantangan perekonomian secara global yang saat ini melambat, serta sekaligus untuk dapat penuh berkompetisi dalam persaingan global. Jokowi pun juga menjelaskan bahwa kita harus bertindak segera mungkin, apa yang dirasakan oleh rakyat, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tantangan yang selalu berubah membuat kita harus bertindak cepat.

Sri Mulyani

Adapun salah satu dari kesembilan menteri tersebut, yakni Sri Mulyani, yang dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Bambang Brodjonegoro yang kini dipindahtugaskan menjasi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Saat ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani masih menjabat sebagai Managing Director World Bank. Namun walaupun begitu, Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) telah menegaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak Bank Dunia, terkait pengangkatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Dan pihak Bank Dunia pun dengan berat hati telah memberikan izin untuk Sri kembali ke Tanah Air, dan menjabat sebagai Menkeu.

Pratikno

Pratikno pun berpendapat bahwa penunjukan Sri Mulyani sebagai Menkeu lantaran sudah sangat teruji dan tentunya berpengalaman dibidang ekonomi dan keuangan. Disisi lain, Sri juga memiliki jaringan yang sangat luas di level internasional, karena pernah menjabat sebagai Managing Director World Bank sebelum saat ini ditunjuk sebagai Menteri Keuangan. Pratikno menambahkan bahwa jelas kapasitas seorang Sri Mulyani dapat memperkuat perekonomian Tanah Air, dan dapat mengikuti persaingan secara global. Dengan penunjukan tersebut, perempuan kelahiran Lampung ini diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan ekonomi nasional saat ini. Salah satu permasalahannya yakni mengatasi kemiskinan hingga ketimpangan wilayah, serta dapat meningkatkan kesempatan kerja.

Sependapat dengan Pratikno, Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Dias Satria juga mengatakan bahwa pengangkatan Sri Mulyani dapat membuat benar-benar perubahan besar bagi Indonesia. Dari sisi koordinasi pun, Sri Mulyani juga dianggap hebat. Sri dapat menjadi figur menteri yang ahli, dalam berkoordinasi antar lintas kementerian maupun lembaga terkait. Tak hanya itu, kepercayaan pasar akan prospek perekonomian nasional dinilai akan membaik. Setidaknya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan fiskal, seperti tax amnesty.

This entry was posted in Keuangan and tagged , . Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.