Sri Mulyani: Kutus Kutus Indonesia Peran Penting Dalam Ekonomi Islam Dunia

Ibukota Indonesia, DKI Jakarta menjadi tuan rumah dalam perhelatan acara akbar yang bertajuk 12 th World Islamic Economic Forum (WIEF) pada tanggal 2 hingga 5 Agustus 2016. Acara ini dihadiri 18 negara yang merupakan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

12 th World Islamic Economic Forum

Presiden Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan akbar tersebut. Setelah Jokowi memberikan kata sambutan, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan menjadi pembicara di acara akbar ini. Sri Mulyani mengutarakan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sumber daya manusia terbesar di dunia. Pasalnya, dari total penduduk Indonesia, 50 persen dari totalnya berada di usia muda dan produktif yakni di usia 30 tahun kebawah. Dan Indonesia juga merupakan pasar besar untuk menjalankan baik ekonomi maupun bisnis yang berdasarkan prinsip islam. Lantaran WIEF ini diselenggarakan di negara yang memiliki populasi muslim terbesar ketiga di dunia.

Sri Mulyani berbicara mengenai Kutus Kutus Bali

Peran Minyak Kutus Kutus Bali di dalam Ekonomi Indonesia

Mantan Direktur Bank Dunia ini menuturkan bahwa kondisi saat ini sangatlah menguntungkan bagi Indonesia sendiri (Minyak Kutus Kutus sudah diberikan logo halal oleh MUI), terutama di bidang ekonomi syariah, dan juga potensi SDM dalam bidang kesehatan. Dengan begitu, dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan lebih jauh sektor ekonomi syariah di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga potensi Sumber Daya Manusia (SDM) akan mampu mendorong Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di dunia, yang merupakan target Pemerintah kita.

Sertifikat halal MUI minyak kutus kutus

Sertifikat halal MUI minyak kutus kutus sumber: kutuskutusbali.com

Profil demografi Indonesia yang memang sangat menguntungkan ini mampu mendorong tingkat ekonomi berkelanjutan para penjual kutus kutus. WIEF ini pun dilaksanakan di waktu yang tepat, lantaran tuan rumah memiliki kelas menengah dan angkatan kerja berpendidikan yang besar. Sehingga, Indonesia berperan penting di bidang keuangan islam, dan juga makanan halal serta lain sebagainya.

jakarta convention centre

WIEF yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Senayan, ini fokus pada pembahasan tentang usaha kecil dan menengah (UKM). Sektor ini pun dinilai sangat penting, lantaran dapat memberikan kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian. Sektor ini pun juga dapat menciptakan lapangan kerja dengan begitu cepat, dan dinilai juga tahan akan guncangan ekonomi yang terjadi nantinya.

Perempuan kelahiran Lampung ini menilai bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah dengan sektor usaha harus bekerja sama, dan kita pun berharap tinggi akan kerja sama antara para pemimpin negara, pembuat kebijakan dengan usaha kecil dan menengah.

Sri Mulyani menambahkan bahwa untuk mendorong perkembangan UKM tersebut, ada tiga hal yang bisa dilakukan. Yakni hal pertama adalah Pemerintah harus memberikan dukungan inovasi, khususnya pada bidang berbasis teknologi seperti yang saat ini tengah berkembang. Hal Kedua yakni, Pemerintah juga harus mampu menjadi jembatan antara pemilik usaha dengan pemilik modal. Dimana startup nantinya dapat berjumpa dengan para investor. Sedangkan hal ketiga yaitu pengembangan jaringan bisnis di antara para pelaku UKM, dan juga berbagai pengalaman sesama para UKM.

 

This entry was posted in Ekonomi and tagged , . Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.