Menurut Jokowi, Tantangan Terbesar Koperasi Adalah Teknologi Informasi

Presiden Republik, Ir Joko Widodo, menuturkan bahwa tantangan terbesar perkembangan bagi gerakan koperasi Indonesia di era digital seperti sekarang ini adalah teknologi informasi yang terasa begitu cepat dan dinamis. Jokowi menginginkan seluruh koperasi melakukan reformasi diri dan beradaptasi, melalui teknologi, agar dapat terus bersaing secara global.

Jokowi

Menurut Jokowi, bahwa saat ini kebiasaan mengenai bagaimana orang melakukan transaksi perdagangan, tak seperti dahulu. Oleh karena itulah, Presiden menginginkan agar koperasi mutlak menfaatkan perkembangan teknologi demi beradaptasi. Sekarang ini orang sudah tak lagi berjualan di pusat perbelanjaan seperti mall. Lalu, mall tersebut akan jadi apa? Tidak ada yang bisa diperkirakan kedepannya, lantaran semua negara tak hanya di Indonesia saja terdapat online store. Semua negara pun bergerak dengan cepat dalam mengembangkan sistem berbasis online, hingga mengembangkan berbagai aplikasi-aplikasi online, termasuk toko online. Seperti Alibaba, E-Bay, Amazon, dan lain sebagainya.

Perkembangan IT

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun kembali mengingatkan bahwa kita harus sadar betul, bahwa kita sudah masuk ke dalam persaingan global. Bukan lagi antarindividu, antarkota, maupun antarprovinsi, melainkan sudah antarnegara. Ditambah lagi nantinya ada persaingan antarkawasan dengan para blok-blok pedagangnya. Tetapi persaingan tersebut bukanlah untuk kita takuti, melainkan untuk persiapan diri kita dengan baik.

Jokowi menambahkan bahwa kunci untuk memenangkan persaingan secara global adalah bekerja secara fokus, dan kecepatan, serta bagaimana kemampuan kita untuk beradaptasi terhadap segala perubahan. Kalau kita kelamaan, sudah pasti kita akan tertinggal. Terlebih lagi perkembangan informasi teknologi yang semakin pesat dan begitu cepat. Maka dari itulah, kemampuan kita dalam beradaptasi sangat diperlukan di era perubahan ini.

Upaya untuk memenangkan persaingan, Jokowi memberikan solusi untuk seluruh para pelaku usaha koperasi di Indonesia. Menurutnya, membentuk kelompok-kelompok usaha koperasi yang saling bergabung, akan memiliki skala ekonomi yang dapat dibilang tinggi. Negara saja bergabung, seperti Uni Eropa, TPP, RCEP, ASEAN. Maka dari itu, Pemerintah dan koperasi kecil harus bergabung.  Dengan langkah tersebut, nantinya akan diperoleh kemudahan dalam pembiayaan dari pihak perbankan. Tak hanya itu, rencana bisnis pun juga akan menjadi lebih mudah untuk dibentuk. Misalnya saja, jika satu koperasi sendiri hanya meminjam sebesar 20 juta. Jika meminjamnya secara bersamaan, bisa seperti korporasi, hingga 3 Triliun. Ini akan jauh lebih efesien, dan dapat bersaing tentunya.

Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 Tahun 2016

Hal diatas disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 Tahun 2016, yang diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Jambi, pada Kamis 21 Juli 2016.

Di ujung sambutannya, Jokowi berharap pada seluruh para pelaku usaha, agar benar-benar bergotong royong. Pelaksanaannya harus seperti apa dan bagaimana, agar nantinya dapat bersaing secara kompeten di persaingan global. Terima Kasih.

This entry was posted in Teknologi and tagged , . Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.