Menteri Rini Berencana Menghapus Kementerian BUMN

Rini Soemarno selaku Menteri Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, yang berencana akan menghapus fungsi dan peran Kementerian BUMN, yang memang selama ini menaungi berbagai perusahaan plat merah di Indonesia. Rini menginginkan untuk mengubah Kementerian BUMN menjadi lembaga pengelola, yang dimana tak bergantung pada keuangan negara. Dia menilai dengan mengubahnya, perusahaan plat merah akan menjadi lebih cepat, efesien, dan selaras dengan peran korporasi, serta berjalan secara lebih efektif.

Rini Soemarno

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini berpendapat bahwa peran Kementerian BUMN akan diganti dengan membentuk super holding. Jadi, kami mengusulkan bahwa dalam pengawasan, pembinaan, dan juga pengelolaan perusahaan plat merah tidak dalam bentuk kementerian, melainkan berbentuk super holding.

Rini menuturkan bahwa dengan dibentuknya super holding ini, akan membuat BUMN lebih berinvestasi di seluruh penjuru dunia tak hanya di dalam negeri saja. Dengan tentunya tak bergantung pada anggaran dana yang disediakan oleh negara. Sehingga juga tak akan membebani anggaran negara nantinya. Dan benar-benar berfungsi sebagai korporasi.

Rini pun juga mengakui bahwa pemikiran ini cukup progresif. Namun Rini berharap kepada seluruh pemilik perusahaan plat merah di Tanah Air untuk berpikiran secara terbuka dan luas, dengan melihat bagaimana Badan Usaha Milik Negara yang berada negara lain.

Kementerian BUMN

Dia menjelaskan bahwa di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, kedua negara tersebut justru terlebih dahulu membentuk super holding bukan kementerian. Sehingga di Singapura dan Malaysia tersebut, perusahaan negara tidak diatur dalam bentuk kementerian, tak seperti yang berada di Indonesia ini, melainkan dalam bentuk super holding. Malaysia sendiri mempunyai Khazanah Nasional Berhad, dan Singapura memiliki Temasek Holdings. Kedua perusahaan tersebut sudah mendunia di pasar internasional.

Namun, Rini belum dapat memastikan kapan proses dalam pembentukan Super Holding BUMN tersebut. Lantaran hingga saat ini masih dalam tahap pembicaraan atau diskusi terlebih dahulu. Tergantung nanti bagaimana hasil final dari diskusi tersebut.

Perlu diketahui juga, bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara saat ini tengah merampungkan roadmap dalam proses pembentukan super holding. Yaitu terdiri dari jasa keuangan, holding energi, holding tambang, holding dan juga holding konstruksi.

Adapun keunggulan dari holding BUMN tersebut, yakni salah satunya sebagai pemasok pemimpin hebat untuk banyak BUMN di Indonesia. Sehingga untuk mantan-mantan pemimpin BUMN yang kini tak lagi menjabat sebagai pemimpin, tetap dapat berkontribusi.

Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex Noerdin yang merupakan Wakil Ketua Komisi VI DPR menanggapi wacana Menteri Rini tersebut. Dodi pun justru terkejut akan hal tersebut. Ia pun mengakui bahwa wacana pembentukan super holding BUMN, dan penghapusan dari peran Kementerian BUMN itu baru didengarnya hari ini. Dodi mengatakan akan segera membahas wacana tersebut bersama komisi VI secara intensif.

 

This entry was posted in Ekonomi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.