Jokowi: Penjabat Daerah Tak Boleh Cuek Soal Inflasi

Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh instansi Pemerintah, baik dari para Gubernur, Bupati, hingga Walikota, untuk tidak cuek atau meremehkan pengendalian harga pangan di masing masing daerah.

joko widodo

Jokowi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, itu juga dapat bergantung pada harga pangan yang tercermin berdasarkan laju inflasi. Maka dari itu, Ia meminta kepada seluruh pemerintah daerah, untuk meningkatkan invoasi di dalam pengendalian inflasi pangan. Jokowi pun mengusulkan kepada masing masing Gubernur, Bupati hingga Walikota dengan mengalokasikan anggaran yang bertujuan untuk pengendalian harga pangan di masing-masing daerah. Sehinga nantinya jika harga sudah bergejolak, pemerintah daerah langsung dapat intervensi.

Dalam acara Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jokowi memberikan kewenangan untuk masing masing daerah menciptakan inovasinya. Ia pun mencontohkan inovasi yang berada di Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Di DKI Jakarta, Jokowi menyebutkan bahwa bentuk intervensi yang dilaksanakan oleh Gubernur adalah diperuntukkan kepada komoditas daging sapi. Sehingga pada saat harga daging sapi dipasaran mencapai harga Rp 120 ribu, Gubernur DKI Jakarta langsung menjual daging sapi dengan harga Rp 39 ribu. Yang dimana selisih tersebut disubsidi oleh pemerintah daerah.

Sedangkan yang berada di Jawa Timur, Gubernur menciptakan inovasi berupa intervasi di bidang transportasi. Lantaran di Kota Pahlawan tersebut harga transportasi menjadi salah satu instrumen yang rentan penyumbang inflasiā€Ž.

infrastruktur

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur sangatlah penting. Lantaran berguna untuk mempermudahkan dalam mendistribusikan bahan pokok pangan. Ia pun juga kesal dengan para pejabat pemerintah, lantaran masih cuek akan inflasi pangan.

Jokowi secara tegas mengatakan bahwa kita harus mengetahui hingga detail yang terjadi di lapangan. Jangan sampai terjebak akan rutinitas yang mononton, dimana dapat menghambat negeri tercinta kita ini untuk berkembang lebih jauh. Tak hanya dari segi transportasinya saja permasalahannya, tetapi juga tempat penyimpanannya. Pemerintah setempat harus bisa memberikan bimbingan kepada para petani, aga bisa mengintervensi. Dengan begitu, nantinya misal saja bawang yang dari sana 100 kg, seharusnya sampai disini juga 100 kg. Namun pada kenyataannya banyak sekali yang rusak, lantaran bongkar muat, jadinya persentase rusak mencapai 15 hingga 20 persen. Dengan begitu, berarti kita kehilangan 15-20 kg. Ini berakibat kenaikan harga. Nah, sebaiknya hati-hati dengan hal yang kecil seperti ini. Belum lagi pangan jenis sayur yang kerusakannya mencapai 30 – 40 persen.

inflasi

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan data yang di peroleh pada bulan Huni, setidaknya sebanyak Rp 214 triliun dana yang berasal dari seluruh APBD, masih mengendap di bank, dan belum dipergunakan. Jumlah tersebut memanglah menurun jika dibandingkan pada bulan sebelumnya, yakni sebesar Rp 246 triliun. Sehingga juga membuat Jokowi merasa kesal pada saat membuka Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

This entry was posted in Keuangan and tagged , . Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.